KMM STKS BANDUNG

Syiar dan Media Dakwah Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial Bandung

Mengukur Kebangkitan May 18, 2010

Apa yang kamu pahami ketika mendengar kata ‘bangkit’ dan ‘kebangkitan’?

Bangkit dari keterpurukan ekonomi?  Bangkit dari kemalasan menuju semangat hidup yang tinggi? Bangkit dari tempat tidur? Atau bangkit dari kubur? (sheurem euy…).

Semua kata bangkit yang di atas tepat penggunaannya. Tapi tentu maknanya berbeda-beda. Artinya ada perubahan dari kondisi atau posisi semula. Ngga bisa dibilang bangkit kalo kondisinya masih sama dengan kondisi sebelum bangkit. Kalo masih sama, bukan bangkit itu namanya, tapi stagnan atau diam (cek sunda ma cicing). Bolehlah kamu ngaku bahwa kamu sekarang telah bangkit. Tapi pas dilihat, kondisi kamu masih gitu-gitu ja, ga da perubahan. Kamu masih tetap males-malesan, miskin, dekil, jelek, pelit, jutek, nyebelin, ngeselin, dan nge-betein (misalnya, bro… jangan diambil hati…)

By the way, telah 100 tahun Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasionalnya, dihitung sejak Mas Budi Utomo dilahirkan pada 20 Mei 1908. Tapi jangan tanya saya siapa orang tua Mas Budi yah…

Menurut kamu, perubahan apa yang bisa kamu rasakan setiap kali Hari Kebangkitan Nasional itu diperingati? Ada ga perubahan dari kondisi sebelumnya? (saya ga nanya kondisi Mas Budi, saya nanya kondisi negeri ini!)

Coba aja kamu ukur, kira-kira kesejahteraan masyarakatnya lebih baik atau lebih buruk. Kalo lebih baik berarti bangkit, tapi kalo lebih buruk berarti mundur. Atau bisa kamu lihat dari tingkat kekerasan warganya, tingkat tindak asusilanya, tingkat kemiskinannya, tingkat akhlak manusianya, pornografi-pornoaksinya, atau apapun lah yang bisa kamu lihat dari segala kondisi yang ada di negeri ini. Yang masalah yang kecil sampai yang besar, dari yang sepele sampai yang njlimet, dari yang gampang  sampai yang ribet. Ada perubahan ga?

Mudah kan cara ngukur kebangkitan itu? TINGGAL DILIHAT, ADA PERUBAHAN NGGA… ADA PERBAIKAN NGGA…

Tapi sekedar bisa bedain mana yang bangkit mana yang nyungsep aja belum cukup. Kita perlu tahu mana kebangkitan yang benar. Maksudnya, yang benar-benar membawa manusia menuju kehidupan yang lebih baik, dan diridhoi Allah tentunya.

So, pantengin mpe abis NIAM MAGZ ini. Biar kamu tahu apa itu kebangkitan sesungguhnya dan sebenar-benarnya, asli! Bukan kebangkitan palsu.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s