KMM STKS BANDUNG

Syiar dan Media Dakwah Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial Bandung

Sultan Muhammad II Al-Fatih “Sang Pembebas Konstantinopel” Bag. II January 31, 2010

Filed under: Cerita Kisah Islam — kmmstks @ 6:28 am
Tags: , , , ,

Persiapan Besar
Hadist Rasulullah tentang penaklukan Konstantinopel pun selalu digaungkan sehingga cita-cita untuk meraih kemenangan terus membara

Allah Swt berfirman dalam al-Quran:

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu, dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)” (QS al-Anfal : 60)

Persiapan adalah sebuah kewajiban untuk memperoleh keberhasilan. Ahli manajemen saat ini mengatakan bahwa perencanaan merupakan 50% dari keberhasilan. Bahkan al-Quran 14 abad yang lalu telah menuinggung tentang dasa-dasar berorganisasi yang kuat dan sukses,

“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS al-Hasyr : 18)

Muhammad II bersungguh-sungguh membuat perencanaan matang dan me-reorganisir pasukannya. Ia memahami betul perkataan ulama bahwa, ‘kebenaran yang tidak terorganisir akan dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir rapi’. Oleh karenanya, ia mengumpulkan pasukan reguler terlatih yang begitu besar, hingga mencapai 150.000 mujahidin, sebuah jumlah yang spektakuler untuk mewujudkan proyek Nubuwah.

Anggaran dana Ustmaniyah sangat besar saat itu. Selain membangunan infrastruktur yang begitu besar, uhammad juga menginvestasikan anggaran negaa yang sangat besar pada wilayah militer. Pasukan mujahidin dibekali persenjataan terbaru dan tercanggih saat itu. Ia mempersiapkan latihan tempur dan jihad untk mengalahkan kebatilan dan kezaliman yang merintangai tegaknya panji tauhid.

Spiritual dan ruhiyah juga menjadi perhatian serius Sultan. Ia terus-menerus menggelorakan ruh jihad ke dalam benark muslimin dan mujahidin khususnya, sebagaimana yang dilakukan Rasulullah dan sahabatnya. Ancaman orang-orang kafir yang selalu ingin melumatkan Islam harus dihadapi dengan kewaspadaa dan pertahanan yang kuat.hadist Rasulullah tntang penaklukan Konstantinopel pun selalu digaungkan sehingga cita-cita untuk meraih kemenangan terus membara.

Meriam Raksasa
Neriam raksasa menjadi salah satu simbol dan identitas Sultan Muhammad II. Dalam upayanya merealisasikan pesan Nabi saw, Sultan mempersiapkan persenjataan model terbaru. Ia memerointahkan untuk mengumpulkan para teknisi-teknisi agar membuat meriam besar, bahkan terbesar pada zaman itu. Orhan, salah seorang teknisi asal Hungaria diminta Sultan untuk membuat rancangan meriam. Sebelumnya, Orhan pernah menawarkan rancangan meriamnya pada Bizantium, namun ditolak.
Orhan berhasil membuat artileri berupa meriam raksasa yang mampu menembakkan peluru dengan berat 500 kg dan jarak 1,5 km. Meriam yang diberi naman The Great Turkish Bombard ini memerlukan waktu 3 jam untuk pengisian ulang amunisi. Dengan panjang 27 kaki, meriam raksasa ini ditarik oleh 60 lembu dan 400 prajurit.

Pembangunan Benteng
Bentng Romali Hishari, pada bulan April 1452 M, dibangun oleh Sultan Muhammad II untuk mempersiapkan penaklukan Konstantinopel, yang jaraknya hanya berkisar 660 meter. Benteng ini sangat strategis untuki melakukan persiapan tempur, kontrol dan konsolidasi mujahidin. Kaisar Konstantinopel yang mengetahui pembangunan benteng ini pun berusaha mengimingi harta kepada Sultan agar menghentikan proses pembangunan. Namun Sultan yang telah berkomitmen untuk hidup di jalan jihad ini, tak bergeming sedikit pun melihat kemilau emas dan perak.

Bentang Romali hishari dibangun di sebelah barat selat Bosporus, bersebelahan dengan Benteng Andolu Hishari yang dibangun Bayazid I di sebelah timur selat Bosporus. Benteng ini selesai dibangun pada bulan Agustus dengan tinggi sekitar 82 meter. Selat Bosporus kini dalam kontrol muslimin, sehingga dapat mencegah datangnya bantuan kapal laut dari raja Kristen daerah utara seperti Trizebond atau Walachia.

Armada Laut
Kekuatan infanteri dan kavaleri sejumlah ratusan ribu, artileri terbaru dan terbesar serta benteng pertahanan telah dipersiapkan oleh Sultan. Pada saat yang sama, kekuatan armada laut juga dibangun mengingat posisi kota Konstantinopel yang berada di tepi laut, sehingga perlu serangan kombinasi darat dan laut untuk membebaskannya. Posisi kota Konstantinopel diapit tiga perairan, Laut Marmara di selatan, Selat Bosporus di timur, dan Golden Horn (Tanduk Emas) di utaranya.

Sultan Muhammad II membangun 400-an kapal perang dengan berbagai jenis variasi yang kelak dipimpin Admiral Balta Oghlimi. Kekuatan pasukan mujahidin laut inilah nanti yang melakukan terobosan yang ‘tidak masuk akal’. Serbuan laut yang mencengangkan pasukan Kristen Konstantinopel saat itu bahkan hingga saat ini.

Strategi Perjanjian Damai
Belajar dari kekalahan, kesalahan dan kegagalan penakulakan Konstantinopel di masa lalu, Siultan pun mencari solusi dan penyelesaiannya. Salah satunya adalah melakukan kesepakatan perjanjian damaidengan beberapa Negara yang bermusuhan dan berpotensi mengganggu stabilitas negeri muslim Ustmaniyah. Sultan melakukan perjanjian damai dengan Galata, Venesia, Walachia, Hungaria, Genoa, dan beberapa Negara Kristen lainnya.

Pengalaman Muslimin ketika mengepung di zaman Sulaiman dinasti Umayah masih tercatat dalam lembar sejarah. Saat itu pasukan Muslimin diserang dari belakang oleh Bulgaria. Begitu pula pada masa berikutnya seperti Murad dan Bayazid dimana saat proses pengepungan, muncul lawan baru atau pemberontakan yang mengalihkan konsentrasi. Sultan mengetahui hal itu sehingga ia berupaya untuk mengamankan bagian belakang pasukannya dari serangan tak terduga musuh lain, dengan melakukan perjanjian.

Kaisar Bizantium terakhir, Konstantin XI Paleologus sangat menyadari akan bahaya besar yang mengintai kerajaannya yang tersisa satu titik kecil di pertemuan Benua Eropa dan Benua Asia. Ia pun segera meminta bantuan Romawi Barat dengan menghadap Paus di Romawi. Ia menyatakan bahwa Kristen Ortodoks siap tunduk di bawah Kristen Katolik, sebuah pernyataan yang ditentang oleh masyarakatnya sendiri termasuk pendeta dan uskup ortodoks.

Paus segera mengirimkan utusannya untuk berkhutbah di Gereja Aya Sophia. Pasca khotbah tersebut, timbullah gejolak masyarakat Kristen ortodoks yang menolak tunduk di bawah Kristen Katolik. Mereka bahkan berpendapat,

“Lebih baik saya menyaksikan sorban orang-orang Muslim Turki di wilayah Bizantium daripada menyaksikan topi orang-orang Latin”

Bersambung…

Dikutip dari buku berjudul “Panglima Surga”

Karya Abu Fatah Grania

 

One Response to “Sultan Muhammad II Al-Fatih “Sang Pembebas Konstantinopel” Bag. II”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s