KMM STKS BANDUNG

Syiar dan Media Dakwah Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial Bandung

Sultan Muhammad II Al-Fatih “Sang Pembebas Konstantinopel” Bag. I January 22, 2010

Filed under: Cerita Kisah Islam — kmmstks @ 9:40 pm
Tags: , , ,

Sesungguhnya Konstantinopel itu akan dibuka, maka sebaik-baik pemimpin adalah pemimpin (yang menaklukannya), dan sebaik-baik pasukan adalah pasukannya

(HR. Bukhari)



Lahir dari keluarga kesultanan yangmenguasai wilayah luas yang membentang dari Sivas di Timur dan Hungaria di Barat. Adrianopel adalah ibukota Utsmaniyah saat itu, yang menjadi tempatnya wafatnya sultan Murad. Tempat lahirnya Muhammad, sekaligus kota dimana ia mewarisi tahta kesultanan Utsmaniyah di usia 22 tahun. Di sinilah ia tumbuh besar menjalani tarbiyah agama, hukum, kenegaraan, militer, dan cita-cita untuk menaklukkan Konstantinopel.

Permasalahan muslimin dan Negara menjadi perhatian dan pembelajarannya sehari-hari. Ia hampir selalu terlibat dalam setiap aktivitas penting ayahnya dalam pergulatan sosial politik dalam dan luar negeri. Wawasan dan ilmiu yang ia serap menjadikannya lebih cepat dewasa dan matang untuk memikirkan dan menyelesaikan persoalan di sekitarnya. Maka tidak heran, di usianya yang sangat muda, 22 tahun, ia dapat memimpin dan melakukan konsolidasi internal dan persiapan untuk menaklukkan sebuah adidaya yang telah berusia lebih dari 1 milenium, Kerajaan Bizantium.

Tarbiyah Dini Sang Pemimpin

Masa kecil Muhammad yang lahir pada 30 Maret 1432 M ini tidak jauh berbeda dengan anak-anak lainnya. Hanya saja ayahnya, Murad, berupaya untuk menjadikan Muhammad sebagai anak yang shalih dan bertaqwa. Ia sangat menginginkan agar Muhammad dapat mengkhatamkan al-Quran sejak kecil. Berbagai guru dan pengajar dihadirkan ke hadapan Muhammad.namun kenakalannya membuat gerah dan malas guru-guru tersebut untuk mengajarnya. Akhirnya, Murad mecari guru yang terkenal tegas dan berwibawa. Ia mendapatkan guru yang bernama Syaikh Muhammad bin Ismail al-Kurani. Sebuah tongkat diberikan kepada sang guru untuk segera menghukum Muhammad jika melawan.

Al Kurani datang menemui Muhammad untuk memberikan pelajaran Islam dan berkata,

“Ayahmu menyuruhku datang menemui untuk mengajarimu. Jika kamu tidak menurut apa yang lakukan, maka kamu akan mendapat pukulan!”

Mendengar penuturan sang guru, Muhammad yang merasa dirinya anak seorang penguasa lagi-lagi menertawainya. Tiba-tiba saja sang guru memukul Muhammad dengan sangat keras sehingga membuatnya ketakutan. Ketegasan al-Kurani berhasil menjinakkan Muhamad, sehingga dalam tempo singkat Muhammad berhasil mengkhatamkan al-Quran.

Tarbiyah askariyah atau pembinaan militer juga menjadi perhatian Murad terhadap Muhammad. Latihan menunggang kuda sambil memanah ia lakukan sehari-hari sehingga ia benar-benar mahir. Bukan persoalan mudah melemparkan anak panah sambil menunggang kuda. Kegesitan, konsentrasi tinggi, dan kelincahan menjadi syarat untuk menjadi jawara. Dan tarbiyah inilah yang ditekuni Muhammad sejak muda.

Selain tarbiyah askariyah, ruhiyah, dan jasadiyah, tarbiyah fikriyah (kecerdasan) juga menjadi salah satu perbekalan yang ditekuni Muhammad. Berbagai macam ilmu pengetahuan ia serap dari berbagai murabbi, guru, dan ulama.bahkan Muhammad sudah menguasai tujuh bahasa dengan fasih; yakni bahasa Arab, Latin, Yunani, Serbia, Turki, Persia, dan Hebrew.

Pada awal kekuasaan Sultan Muhammad II, ia memfokuskan untuk melakukan restrukturisaasi pejabat kenegaraan dan pemerintahan di seluruh wilayah serta melakukan reformasi berbagai kebijakan sehingga tercipta efisiensi dan efekivitas dalam penyelenggaraan Negara serta pelayanan publik. Tujuan utamanya adalah untuk menciptakan stabilitas dan kekuatan Negara. Sehingga ia bisa berkonsentrasi penuh untuk mewujudkan cita-cita pemimpin Islam sebelumnya –membebaskan Konstantinopel.

Jika Khalid bin Walid ra. dikenal sebagai jawara perang yang menggoyang dua superpower dunia kala itu; Bizantium dan Persia. Ia identik dengan perang Yarmuk yang menjadi salah satu referensi ahli militer sast ini. Shalahuddin al-Ayyubi dikenal sebagai pemimpin dan panglima perang yang cinta damai. Ia identik dengan Perang Salib dan krisis yang melanda Eropa akibat perlawanan Shalahuddin. Maka jawara kita kali ini, Muhammad II al-Fatih, dikenal sebagai penakluk yang berhasil membebaskan adidaya yang berusia 12 abad. Ia identik dengan bentng terkuat Konstantinopel, yang diramalkan Nabi saw 8 abad sebelumnya, akan jatuh ke tangan Muslimin.

Bersambung…

Dikutip dari buku berjudul “Panglima Surga”

Karya Abu Fatah Grania

 

5 Responses to “Sultan Muhammad II Al-Fatih “Sang Pembebas Konstantinopel” Bag. I”

  1. […] bahwa sesuatu bakal terjadi kalau ada kemaua dari kita, maka bergerak adalah wajib. Memasuki dakwah STKS bandung dengan artikel-artikel dakwah disana. Ingin tahu kenapa orang bisa tertarik narkoba, baca […]

  2. […] bahwa sesuatu bakal terjadi kalau ada kemaua dari kita, maka bergerak adalah wajib. Memasuki dakwah STKS bandung dengan artikel-artikel dakwah disana. Ingin tahu kenapa orang bisa tertarik narkoba, baca […]

  3. khoirul Says:

    semangat dengan mengingat kejayaan masa dahulu, di mana Islam telah terbukti menguasai Dunia… dan memberi kehidupan yang baik/ rahmat bagi seluruh alam semesta.

  4. pemimpin islam jaman para sahabat,sangatlah bijaksana,semua tindakannya untuk kemasalahatn umat,beda dengan pemimpin islam saat ini,yang mengutamakan nafsu & materi,walaupun masih ada beberapa pemimpin islam yang masih lurus,ingat islam itu agama yang sangat sempurna.

  5. ULE Says:

    Itulah Islam berasal dari kata : DAMAI dan pada masa Kesultanan Ottoman datanglah para Ulama ke Indonesia dengan hikmah dan makruf, yang dikenal dengan Kawalian 9, Tidak ada paksaan dalam memasuki Agama Islam, masuklah sekalian kedalam Islam secara Kaffah.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s