KMM STKS BANDUNG

Syiar dan Media Dakwah Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial Bandung

SEBUAH RENUNGAN SEORANG AKTIVIS DAKWAH September 7, 2010

Filed under: Suara Pemuda Islam — kmmstks @ 2:45 pm
Tags: , , , ,

Sejak keruntuhan Daulah Ustmani di Istambul, yang merupakan institusi simbol kebesaran dan pemersatu umat runtuh pada tahun 1924 oleh tipu daya dan muslihat Musthafa Kemal, sang agen Inggris yang disusupkan dalam lingkaran pemerintahan Khalifah Ustmani, perjuangan mengembalikan kejayaan Islam tak hanti-hantinya dikobarkan oleh generasi-generasi terbaik umat.
Namun,kerasnya usaha tak kunjung menuai keberhasilan. Bahkan, kegagalan demi kegagalan menghampiri hampir sebagian besar jamaah yang didirikan dalam rangka mengembalikan kejayaan Islam. Ada yang didirikan atas semangat persatuan Islam. Ada yang muncul atas dasar persaudaraan Islam. Ada yang muncul dalam rangka melakukan pembaharuaan, ada pula yang bergerak secara kultural. Namun tak sedikit juga yang justru dalam perjuangan yang ditempuhnya mengadopsi pemikiran-pemikiran barat seperti Nasionalisme, Modernisme, Liberalisme, Feminisme, Pluralisme.
Menyaksikan sebuah proses perjuangan Islam yang tak kunjung memperoleh kemenangan ini tentunya dapat mengakibatkan kekecewaan dan keputusasaan. Umat yang tadinya menaruh kepercayaan dan harapan besar terhadap kemunculan sebuah jamaah dakwah kini seiring berjalannya waktu hanya beroleh kekecewaan dan kekecewaan, tak sedikit yang jatuh malah putus asa.
Ketika seolah hembusan angin kemenangan Islam mulai semilir mengalir menyejukkan pori-pori dan kembali membangkitkan semangat dengan makin leluasanya para pengemban dakwah menyampaikan kebenaran, justru kesempatan ini malah melenakan. Para pengemban dakwah ibarat monyet yang tertidur pulas karena tiupan sepoi angin yang menyejukkan hingga ia terlena dan terjatuh dari pohon.
Penguasa tirani tak henti-hentinya menzdalimi para kekasih Allah yang ikhlas menyeru umat untuk kembali ke pangkuan Islam dan menerapkan hukum-hukum Allah dalam segala sendi kehidupan mereka. Putra-putra umat Islam banyak yang menjadi korban keculasan fitnah perang melawan terorisme yang dilancarkan gembong Negara Kafir Penjajah Amerika Serikat.
Sadarlah bahwa untuk membebaskan Al Aqsha tak cukup hanya dengan aksi solidaritas dan tangisan saat menyaksikan video-video kezaliman yang mereka alami. Dan tak cukup hanya dengan semangat yang meluap-luap saat melihat gambar-gambar artistik mujahid-mujahid Islam. Tak cukup hanya sekedar melilitkan Al-Liwa dan Ar Rayya sebagai ikat kepala. Itu semua tak cukup. Dan lebih-lebih tak cukup hany sekedar telah bergabung bersama sebuah organisasi yang berjuluk “Lembaga Dakwah”.
Tanpa dorongan keimana, tanpa rasa takut akan murka Allah, tanpa komitmen terhadap jamaah dakwah, tanpa kesadaran dan keikhlasan untuk berkorban dalam dakwah baik tenaga, harta, dan nyawa, tanpa sikap mendahulukan kepentingan dakwah daripada peluang bisnis, pekerjaan, tugas kuliah, tanpa itu semua maka sungguh sangat memalukan kalau berharap Islam akan jaya ! ! !
Tidak sepantasnya seorang aktivis dakwah, ketika ada panggilan dakwah, ia lebih mengutamakan urusan lain, terlebih lagi urusan duniawi, sementara dia paham kalau umat ini sedang terpuruk. Lingkungannya sedang rusak. Namun, tak da yang ia perbuat karena ia takut ia akan kehilangan kesempatan untuk belajar mandiri, kehilangan kesempatan untuk meraih nilai tertinggi dalam perkuliahan, takut dicampakkan dari pergaulannya.
Lucu, kenapa ia tak lebih takut ketika kelak Allah menanyakan tanggung jawabnya dakwahnya, jawaban macam apa yang akan ia sampaikan di hadapan Allah azza wa jalla.
Dan telah berulang kali Allah menegaskan bahwa Allah akan menjamin rizki setiap makhluk. Dan Allah telah berjanji akan memberikan selalu jalan keluar atas segala persoalan bagi hambaNya yang bertaqwa, dan Dia akan mengugerahkan rizki dari arah yang tak disangka-sangka. Masih layakkah kita menomorsekiankan dakwah dan lebih mendahulukan kepentingan kuliah, pekerjaan, teman, keluarga, diri sendiri? ? ?
Mari kita bersama berbenah diri, pantaskah Allah menurunkan pertolonganNya kepada kita dan memenangkan kaum muslimin dalam kondisi kita yang seperti ini.

Agus Niamilah
III BPSM STKS Bandung
agusniamilah@yahoo.co.id
+6285220325889

 

Alasan Serta Kronologi Rencana Pembagunan Gedung DPR baru September 2, 2010

Gedung DPR baru menjadi salah satu rencana yang akan di realisasikan oleh para petinggi negri ini, rencanaya pembangunan gedung baru DPR ini akan dimulai pada oktober ini, sungguh sangat ironis sekali jika memamang gedung baru DPR terebut jadi direalisasikan dengan dana yang cukup fantastis yakni 1.6 T ditengah keterpurukan ekonomi masyarakat Indonesia malah ada wacana yang menurut saya gila, belum kelar masalah bom tabung gas serta masalah kesulitan ekonomi lainya yang melanda negri ini, pembangunan gedung baru DPR dengan dana fantastis serta dengan fasilitas setara hotel bintang lima ini menjadi rencana terburuk menurut saya

Belum hilang ingatan kita mengenai usulan dana rumah aspirasi untuk setiap anggota DPR RI yang terhormat meskipun mereka raja bolos serta raja mangkir saat sidang akan tetapi untuk mengusulkan kepentingan mereka sendiri pastinya pada bersemangat, lain halnya jika membahas soal rakyat serta soal urusan perut para pemilihnya mereka terasa ogah-ogahan untuk bersidang,

Berikut ini alasan serta kronologi rencana pembagunan Gedung DPR baru yang di ambil dari website resmi DPR

1. Didasarkan atas perubahan jumlah anggota dewan yang tiap periode bertambah, serta tidak mencukupinya Gedung Nusantara I untuk dapat menampung aktivitas anggota DPR RI.
2. Saat ini tiap anggota DPR RI di Gedung Nusantara I menempati ruang seluas ± 32 m2, diisi 1 anggota, 1 sekretaris, dan 2 staf ahli. Kondisi ini dianggap tidak optimal untuk kinerja dewan.
3. Dalam rangka penataan Kompleks DPR, maka BURT menyusun TOR Grand Design Kawasan DPR RI. Pada Tahun 2008, Setjen DPR RI melakukan Lelang untuk Konsutan Review Masterplan, AMDAL, dan Audit Struktur Gedung Nusantara, yang menghasilkan Blok Plan Kawasan DPR/MPR RI (Oktober 2008).
4. Pada 2 Februari 2009, PT. Virama Karya (Konsultan Masterplan, AMDAL, dan Audit Struktur) memaparkan Blok Plan Kawasan MPR/DPR RI pada Rapat Konsultasi Pimpinan DPR dengan Pimpinan Fraksi serta Pimpinan BURT. Rapat meminta Konsep Blok Plan disempurnakan.
5. Pada 18 Mei 2009, diadakan Rapat Dengar Pendapat antara Steering Committee Penataan Ulang dengan IAI, INKINDO dan PT. Yodya Karya memutuskan untuk mengadakan lokakarya dalam rangka mendapatkan masukan-masukan mengenai Komplek Gedung MPR/DPR/DPD RI.
6. Pada 24-25 Juni 2009 diadakan Lokakarya Penataan Ulang Komplek MPR/DPR/DPD RI dan hasil Penyempurnaan Master Plan telah disampaikan ke BURT.
7. Dalam rangka penataan Kompleks Kantor DPR RI, maka pada tahun 2008 dilakukan lelang untuk Konsultan Perencana (PT. Yodya Karya) dan Manajemen Konstruksi (PT. Ciria Jasa), dengan hasil pekerjaan adalah konsep disain Gedung Baru dengan dasar perhitungan berdasar kebutuhan dari 540 orang anggota dewan.
8. Ruang untuk tiap anggota dewan seluas 64 m2, meliputi 1 anggota dewan, 2 staf ahli, dan 1 asisten pribadi.
9. Hasil konsep perencanaan adalah Konsep Rancangan Gedung Baru 27 lantai termasuk P dan S dan DED untuk pekerjaan pondasi.
10. Pada tahun 2009, dilakukan penyusunan DED Gedung Baru 27 lantai berupa Desain Upper Structure, plat, kolom, balok, dan Core untuk Lt. 1,2 dan 3.
11. Luas total bangunan tersebut (27 Lt) ± 120.000 m2.
12. Pada masa bakti Anggota Dewan periode 2009 -2014, ada keinginan penambahan jumlah staf ahli yang semula 2 menjadi 5, serta penambahan fasilitas berupa ruang rapat kecil, kamar istirahat, KM/WC, dan ruang tamu.
13. Berdasarkan kebutuhan baru tersebut, perhitungan untuk ruang masing-masing anggota menjadi 7 orang, meliputi 1 anggota dewan, 5 staf ahli, dan 1 asisten pribadi seluas ± 120 m2.
14. Perhitungan luas total bangunan berubah dari ±120.000 m2 (27 Lt) menjadi ±161.000 m2 (36 lt). Perhitungan ini tidak bertentangan dengan Master Plan yang telah disusun oleh PT. Virama Karya (KDB dan KLB masih memenuhi peraturan DKI)

Sumber : http://www.sugeng.web.id

http://saifulspd.wordpress.com/2010/09/01/tutunan-rasul-tentang-menyambut-sepuluh-hari-terakhir-ramadhan/comment-page-1/#comment-1483

 

Let’s to be an ENTREPRENEUR August 28, 2010

Filed under: Motivasi,Suara Pemuda Islam — kmmstks @ 1:26 pm
Tags: , ,

Bismillah …

Assalamualaikum waromatullahi wabarokatuh …

Sobat-sobat_ku sekalian, pa kabarnya nih ??? Moga loe-loe semua pada bae-bae ja ya!! Tulisan ini sengaja dibuat toek kallian semua, khususnya sobat-sobat yang memiliki status IB (Ijin Belajar), loch ko hanya IB sih ??ya boleh lah buat TB juga, Moga dapat membuka paradigma berfikir sobat-sobat sekalian, ups!!! Ingat PARADIGMA sanes PAraBOla … he..he..he

Do you ever think??? Lulus kuliah nanti kerja dimana yah??? atau mungkin ada yang setelah nyusun KIA lantas langsung KUA, hehe itu sih Up To You … Bagi nyang TB mungkin g akan ambil pusing karena Mereka akan kembali ke tempat asalnya mereka bekerja, nah kita bagi nyang IB (wallahu a’lam).

Teman-teman sekalian menurut pengamatan nyang udah di amati, nga sedikit para lulusan sarjana, khususnya di kampus kita ini yang menjadi PENGACARA .. wuih keren yah!!! Ups!!!… jgn salah maksudnya Pengangguran Banyak Acara (wah..wah..apa kita mau menjadi seperti itu??) jawabnya pasti nga kan…

Di sini saya hanya ingin mengajak teman-teman khususnya barudak-barudak IB agar mencoba untuk berwirausaha atau kata kerennya ber ENTREPRENEUR. Karena apa ??? APA KITA G MALU tiap bulan kita harus minta subsidi dari orangtua kita ??? belum lagi adik-adik kita yg msh kecil (bagi yg memiliki). Saya pernah membaca sebuah buku yg berjudul ”Agar Bekerja Menuai Berkah”, di dalam buku tersebut dijelaskan bahwa katanya seseorang yg telah berusia BALIGH (dewasa) itu sudah wajib untuk membiayai hidupnya, keluarganya, serta orang-orang yang berada dibawah tanggungannya. Menurut Imam Qurthubiy dan Imam Syafi’iy ”Laki-laki yg sudah dewasa (akli baligh) harus menafkahi dirinya sendiri. oRang tua tidak wajib memberikan nafkah kepada anak laki-laki yg sudah mencapai akil baligh”.

Ada seorang sahabat nyang bertanya (waduh kang bule!!! Dengan cara apa ?? Kan saya belum lulus kuliah ??) nga harus nunggu lulus kalie !!!, kan bisa dengan berbisnis, lo khan saya g punya bakat dalam berbisnis ?? Kata siapa bisnis itu harus kudu punya bakat. Bisnis itu tidak perlu punya bakat. Ada sbuah ungkapan Tidak ada orang yang hebat atau berbakat, yang ada hanya terlatih atau tidak terlatih (Andri Maadsa). So!!! Jika kita mau berkatih InsyaAllah pasti bisa…Tapi ada yg mengatakan yaitu Bapak Khoerussalim pengusaha Country Donuts, kalo ternyata manusia memang punya bakat sebagai penjual loh!! Ah masa?? G percaya?? Ingat waktu kita bayi ?? atau kalo g ingt lihat adik kita saja ketika baru lahir,,ketika bayi menangis, ini merupakan upaya si bayi untuk memperoleh perhatian ibunya,agar ia memperoleh rezekinya yaitu ASI.

Mungkin sobat – sobat sekalian ada nyang berpikir ya ?? kenapa harus berbisnis ?? mank g da nyang lain solusinya ?? yg lebih mahal banyak (ups!!! afwan ini bukan solusinya). Sobat-sobat lupa yah kalo nabi kita yang mulia Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk berbisnis (berdagang) karena dengan berbisnis dapat menumbuhkan sikap kemandirian dan kesejahteraan. Beliau bersabda (”Berdaganglah kamu, sebab dari sepuluh bagian penghidupan, sembilan diantaranya dihasilkan dengan berdagang”).

Sbagai penutup, Ada sebuah kisah mudah-mudahan bermanfaat buat sobat-sobat sekalian, dahulu ketika zaman Rasulullah saw, ada seorang sahabat bernama Hakim bin Hisyam, ia berkata, ”Aku pernah meminta dari Rasul lalu Beliau memberiku. Kemudian aku meminta lagi, kemudian Beliau memberiku. Kemudian aku meminta lagi dan Beliau berkata seraya bersabda, ”Wahai Hakim, harta ini memang terasa segar dan manis, barang siapa yang menerima dengan wajar dan hati yg tulus, maka akan memperoleh berkah darinya. Tapi barang siapa yang menerima-nya dengan hati yang rakus dan sangat mengharap maka tidak akan mendapatkan berkah darinya sedangkan ia seperti makan tapi tidak merasa kenyang. Ketahuilah tangan di atas adalah lebih utama daripada tangan di bawah.”

Wawan Kurniawan, SST.

azzamkurniawan@yahoo.co.id

 

Mewaspadai Ancaman Globalisasi

Filed under: Buletin,Kebangkitan Nasional,Nasionalisme — kmmstks @ 1:15 pm
Tags: , ,

Samsul Huda

Judul : Republik Pasar Bebas: Menjual kekuasaan Negara, Demokrasi dan Civil Society Kepada Kapitalisme Global
Pengarang : Susan George
Penerbit : INFID, Bina Rena Pariwara Jakarta

http://www.nu.or.id/public_detail_buku.asp?id_buku=13

Banyak orang berucap dengan ringannya kata ‘globalisasi’, seolah kata itu tak bermakna, sebuah kata-kata kosong, yang tidak memiliki implikasi ideologi sama sekali. Bahkan ngerinya kata ini, seolah menjadi panduan pergaulan sehari-hari yang diucapakan oleh manusia dari segala strata. Semua bicara tentang globaliasi,.di mana-mana globalisasi. Tragisnya kata ini menjadi magnet luar biasa kuat, konsumen kata ini bukan monopoly pemerintah, akademisi, atau kalangan profesional semata, tapi sudah menjadi bahasa pergaulan sehari-hari rakyat kecil, istilah ini meluber kemana-mana, dari gedung bertingkat sampai kedai kopi. Semua memperbincangkannya tanpa tahu, siapa kekuatan invisible hand yang menggerakkan demi kepentingan ideologinya.

Bagi Susan George, penulis buku ini, melihat fenomena di atas, menjadi maklum bila istilah globalisasi ini demikian mempengaruhi dan mendominasi pikiran manusia modern, karena memang didesain sangat rapi dengan biaya jutaan dollar. Mereka mengadopsi pikiran Gramsci tentang hegemony, kalau pikiran sudah bisa dipengaruhi, maka tangan dan hati akan mengikuti. Bagaimana mana mereka memenangkan pertarungan ide ini, kaum neoliberal memperjuangkan ide mereka dengan menciptakan jaringan internasional sangat besar. Salah satunya dengan cara mendirikan yayasan, institute, lembaga think tank, lembaga-lembaga penelitian, menggunakan alat dan sarana publikasi, serta brosur-brosur, mereka menyebarkan ide-idenya ke seluruh belahan bumi ini.

Mereka juga menciptakan, para penulis kelas dunia dan tokoh-tokoh masyarakat yang mendukung ideologi mereka guna mengembangkan, mendorong, dan mengkampanyekan ide doktrin neoliberalisme, cara mereka demikian cerdasnya sehingga seolah-olah neoliberalisme merupakan suatu kondisi alamiah normal, tidak ada alternatif seperti yang diucapkan oleh Margaret Thatcher, There Is No Alternatif (TINA) terhadapanya, dan tidak memperdulikan berbagai kerusakan yang ditimbulkannya. kini kita telah memasuki era globalisasi, menunjukkan seolah sebuah tahapan yang harus dilalui oleh setiap peradaban manusia, di seminar, lokakarya, bahkan iklan layanan masyarakat atau pengumuman resmi dari negara, semuanya hampir menggunakan istilah globaliasi. Dari gambaran ini menunjukakn bahwa manusia modern telah terperangkap dengan globalisasi yang memberi pengertian bahwa semua orang dari semua golongan agama dibumi ini terperangkap dalam satu gerakan, sebuah fenomena yang mencakup segalanya dan semua berbaris bersama menuju ke tanah yang dijanjikan.(hal 61).

Nilai sentral dari doktrin yang dibesut oleh Frederic Von Hayek dan Kelompok Chicago School, termasuk muridnya Milton Friedman adalah hukum kompetisi bebas, antara agama, bangsa, perusahaan dan tentu saja individu. Kompetsisi adalah sentral karena memisahkan biri-biri dari domba, laki-laki dewasa dari anak laki-laki, yang sehat dari yang sakit. Ini diharapkan dapat mengalokasikan semua sumber daya, apakah fisik, alami, manusia, atau keuangan dengan kemungkinan efesiensi. (hal 45). Pasar seharusnya diperbolehkan untuk membuat keputusan sosial dan politik yang besar, negara seharusnya secara sukarela mengurangi perannya dalam perekonomian, atau bahwa korporasi seharusnya diberi kebebasan total, serikat buruh dikekang, dan masyarkat tidak perlu mendapat perlindungan dari negara melalui jaminan sosial karena itu berarti pemborosan anggaran. Biarlah semua berkompetisi melalui pasar, kemiskinan terjadi akibat ia kalah berkompetisi, tak siap bertanding, wajar kalau terlempar dari arena pertandingan.

Kini, peta aktor dunia, yang mendriven globalisasi makin jelas, sejak dikembangkannya kesepakatan The Bretton Woods di AS dengan didirikannya IMF dan Bank Dunia, serta ditandatanganinya kesepakatan GATT, dunia secara global sesungguhnya telah memihak didorong oleh kepentingan perusahaan perusahaan transnasional (TNCS) yang merupakan aktor terpenting dari globalisasi. Pada konteks itulah sesusungguhnya kesatuan global telah menjadi semacam sistem nilai tunggal, yang harus ditaati, ada proses dominasi sistemik.

Jika kemajuan manusia merupakan obyek globalisasi, maka para pemrakarsanya harus mengakui terjadinya kegagalan besar. Kekuatan pasar dan birokrasi internasional yang tidak dipilih telah dibiarkan mendikte aturan, dengan konsekuensi, yang tersebar di sekeliling kita. Setelah krisis Meksiko dan devaluasi pada tahun 1994-1995, maka setengah penduduk Meksiko telah jatuh di bawah dari kemiskinan. Setahun atau dua tahun lalu macan-macan Asia telah dipilih sebagai suri tauladan. Kini kelaparan secara harfiah telah kembali ke Indonesia. Di mana IMF di situ pula terjadi bencana krisis ekonomi yang sangat hebat, kalau sudah begitu masihkah paham ini layak dipertahankan? Tidak ada alternatif lain, kecuali harus diganti segera (hal 68).

Buku tipis setebal 100 halaman terbitan INFID, ini memang layak dibaca oleh masyarakat luas, terutama untuk panduan masyarakat, agar mereka berhati-hati, mensikapi globalisasi, mampu mengkritisi keberadaan globalisasi yang menyengsarakan bahwa globalisasi itu bukan sesuatu yang given, ada begitu saja. Seperti yang diramalkan oleh Karl Polanyi dalam karya terbesarnya, The Great Transformation, yang meramalkan bahwa dengan mengijinkan mekanisme pasar menjadi satu-satunya nasib umat manusia dan lingkungan alam mereka, maka akan mengakibatkan perusakan masyarakat

Buku ini ditulis oleh seorang aktivis yang kritis dan involving pada gerakan mewaspadai globalisasi. Sehingga penjiwaan kritiknya demikian kuat, termasuk keprihatinnya yang demikian mendalam, ia memperhatikan betapa perkembangan globalisasi sudah sangat menyedihkan, memprihatinkan, bahkan gejala penghancuran perdaban manusia secara sistemik kini telah ada di depan mata, oleh karena itu mari kita waspadai ancaman Globalisasi. (Red)

http://iswekon.wordpress.com/2009/01/20/mewaspadai-ancaman-globalisasi/

 

Surat dari Gaza untuk Umat Islam di Indonesia August 26, 2010

Untuk saudaraku di Indonesia,

Saya tidak tahu, mengapa saya harus menulis dan mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia, Namun jika kalian tetap bertanya kepadaku, kenapa? Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki Adalah karena Negeri kalian berpenduduk muslim terbanyak di punggung bumi ini, bukan demikian saudaraku?

Disaat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari melempar jumrah, saya sempat berkenalan dengan salah seorang aktivis da’wah dari Jama’ah haji asal Indonesia, dia mengatakan kepadaku, setiap tahun musim haji ada sekitar 205 ribu jama’ah haji berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini. Wah, sungguh jumlah angka yang sangat fantastis dan membuat saya berdecak kagum.

Lalu saya mengatakan kepadanya, saudaraku, jika jumlah jama’ah Haji asal GAZA sejak tahun 1987 Sampai sekarang digabung, itu belum bisa menyamai jumlah jama’ah haji dari negeri kalian dalam satu musim haji saja. Padahal jarak tempat kami ke Baitullah lebih dekat dibanding kalian yah?. wah, pasti uang kalian sangat banyak yah?, apalagi menurut sahabatku itu ada 5% dari rombongan tersebut yang menunaikan ibadah haji untuk yang kedua kalinya, Subhanallah.

Wahai saudaraku di Indonesia,
Pernah saya berkhayal dalam hati, kenapa saya dan kami yang ada di GAZA ini, tidak dilahirkan di negeri kalian saja. Wah, pasti sangat indah dan mengagumkan yah?. Negeri kalian aman, kaya dan subur, setidaknya itu yang saya ketahui Tentang negeri kalian.

Pasti para ibu-ibu disana amat mudah menyusui bayi-bayinya, susu formula bayi pasti dengan mudah kalian dapatkan di toko-toko dan para wanita hamil kalian mungkin dengan mudah bersalin di rumah sakit yang mereka inginkan.

Ini yang membuatku iri kepadamu saudaraku tidak seperti di negeri kami ini, saudaraku, anak-anak bayi kami lahir di tenda-tenda pengungsian. Bahkan tidak jarang tentara Israel menahan mobil ambulance yang akan mengantarkan istri kami Melahirkan di rumah sakit yang lebih lengkap alatnya di daerah Rafah, Sehingga istri-istri kami terpaksa melahirkan diatas mobil, yah diatas mobil saudaraku!.

Susu formula bayi adalah barang yang langka di GAZA sejak kami di blokade 2tahun lalu, namun isteri kami tetap menyusui bayi-bayinya dan menyapihnya hingga dua tahun lamanya, walau terkadang untuk memperlancar ASI mereka, isteri kami rela minum air rendaman gandum.

Namun, mengapa di negeri kalian, katanya tidak sedikit kasus pembuangan bayi yang tidak jelas siapa ayah dan ibunya, terkadang ditemukan mati di parit-parit, di selokan-selokan dan di tempat sampah, itu yang kami dapat dari informasi televisi.

Dan yang membuat saya terkejut dan merinding, ternyata negeri kalian adalah negeri yang tertinggi kasus Abortusnya untuk wilayah ASIA, Astaghfirullah. Ada apa dengan kalian? Apakah karena di negeri kalian tidak ada konflik bersenjata seperti kami disini, sehingga orang bisa melakukan hal hina tersebut?, sepertinya kalian belum menghargai arti sebuah nyawa bagi kami di sini.

Memang hampir setiap hari di GAZA sejak penyerangan Israel, kami menyaksikan bayi-bayi kami mati, Namun, bukanlah diselokan-selokan, atau got-got apalagi ditempat sampah? saudaraku! Mereka mati syahid, saudaraku! mati syahid, karena serangan roket tentara Israel!

Kami temukan mereka tak bernyawa lagi dipangkuan ibunya, di bawah puing-puing bangunan rumah kami yang hancur oleh serangan roket tentara Zionis Israel, Saudaraku, bagi kami nilai seorang bayi adalah Aset perjuangan perlawanan kami terhadap penjajah Yahudi. Mereka adalah mata rantai yang akan menyambung perjuangan kami memerdekakan Negeri ini.

Perlu kalian ketahui, sejak serangan Israel tanggal 27 desember (2009) kemarin, Saudara-saudara kami yang syahid sampai 1400 orang, 600 diantaranya adalah anak-anak kami, namun sejak penyerangan itu pula sampai hari ini, kami menyambut lahirnya 3000 bayi baru Dijalur Gaza, dan Subhanallah kebanyakan mereka adalah anak laki-laki dan banyak yang kembar, Allahu Akbar!

Wahai saudaraku di Indonesia,
Negeri kalian subur dan makmur, tanaman apa saja yang kalian tanam akan tumbuh dan berbuah, namun kenapa di negeri kalian masih ada bayi yang kekurangan gizi, menderita busung lapar. Apa karena kalian sulit mencari rezki disana? apa negeri kalian sedang di blokade juga?

Perlu kalian ketahui, saudaraku, tidak ada satupun bayi di Gaza yang menderita kekurangan gizi apalagi sampai mati kelaparan, walau sudah lama kami diblokade.

Kalian terlalu manja! Saya adalah pegawai Tata Usaha di kantor pemerintahan Hamas Sudah 7 bulan ini, gaji bulanan belum saya terima, tapi Allah SWT yang akan mencukupkan rezki untuk kami.

Perlu kalian ketahui pula, bulan ini saja ada sekitar 300 pasang pemuda baru saja melangsungkan pernikahan. Yah, mereka menikah di sela-sela serangan agresi Israel, Mereka mengucapkan akad nikah, diantara bunyi letupan bom dan peluru saudaraku.

Dan Perdana menteri kami, yaitu Ust Isma’il Haniya memberikan santunan awal pernikahan bagi semua keluarga baru tersebut.

Wahai Saudaraku di Indonesia,
Terkadang saya pun iri, seandainya saya bisa merasakan pengajian atau halaqoh pembinaan Di Negeri antum, seperti yang diceritakan teman saya tersebut, program pengajian kalian pasti bagus bukan, banyak kitab mungkin yang telah kalian baca, dan buku-buku pasti kalian telah lahap, kalian pun sangat bersemangat bukan, itu karena kalian punya waktu.

Kami tidak memiliki waktu yang banyak disini wahai saudaraku. Satu jam, yah satu jam itu adalah waktu yang dipatok untuk kami disini untuk halaqoh, setelah itu kami harus terjun langsung ke lapanagn jihad, sesuai dengan tugas yang Telah diberikan kepada kami.

Kami di sini sangat menanti-nantikan hari halaqoh tersebut walau cuma satu jam saudaraku, tentu kalian lebih bersyukur, kalian lebih punya waktu untuk menegakkan rukun-rukun halaqoh, Seperti ta’aruf, tafahum dan takaful di sana.

Hafalan antum pasti lebih banyak dari kami, Semua pegawai dan pejuang Hamas di sini wajib menghapal surat al anfaal sebagai nyanyian perang kami, saya menghapal di sela-sela waktu istirahat perang, bagaimana Dengan kalian?

Akhir desember kemarin, saya menghadiri acara wisuda penamatan hafalan 30 juz anakku yang pertama, ia diantara 1000 anak yang tahun ini menghapal al-qur’an, umurnya baru 10 tahun, saya yakin anak-anak kalian jauh lebih cepat menghapal al-quran ketimbang anak-anak kami disini, di Gaza tidak ada SDIT seperti di tempat kalian, yang menyebar seperti jamur sekarang.

Mereka belajar di antara puing-puing reruntuhan gedung yang hancur, yang tanahnya sudah diratakan, diatasnya diberi beberapa helai daun pohon kurma, yah di tempat itulah mereka belajar saudaraku, bunyi suara setoran hafalan al-quran mereka bergemuruh diantara bunyi-bunyi senapan tentara Israel? Ayat-ayat Jihad paling cepat mereka hafal, karena memang didepan mereka tafsirnya. Langsung Mereka rasakan.

Wahai Saudaraku di Indonesia,
Oh, iya, kami harus berterima kasih kepada kalian semua, melihat aksi solidaritas yang kalian perlihatkan kepada masyarakat dunia, kami menyaksikan demo-demo kalian disini. Subhanallah, kami sangat terhibur, karena kalian juga merasakan apa yang kami rasakan disini.

Memang banyak masyarakat dunia yang menangisi kami di sini, termasuk kalian di Indonesia. Namun, bukan tangisan kalian yang kami butuhkan saudaraku biarlah butiran air matamu adalah catatan bukti nanti di akhirat yang dicatat Allah sebagai bukti ukhuwah kalian kepada kami. Doa-doa kalian dan dana kalian telah kami rasakan manfaatnya.

Oh, iya hari semakin larut, sebentar lagi adalah giliran saya Untuk menjaga kantor, tugasku untuk menunggu jika ada telepon dan fax yang masuk Insya Allah, nanti saya ingin sambung dengan surat yang lain lagi Salam untuk semua pejuang-pejuang islam di Indonesia.

Akhhuka…..Abdullah ( Gaza City ..1430 H)

 

“Kota Tanpa Perasaan”

Drs. Dyayadi, MT dalam bukunya “Tata kota Menurut Islam” beliau memaparkan bahwa perkembangan kota jakarta sudah sangat luar biasa. Dengan hanya luas wilayah 650 kilometer persegi, jakarta harus menampung jumlah manusia sebanyak 10 juta jiwa. Ini semua akbat dari arus perpindahan orang dari desa ke kota semakin meningkat. Banyak dari mereka yang menganggap akan hidup lebih baik jika tinggal di kota, tapi nyatanya juga tidak bahkan mereka seakan menjadi penyesak dada ibu kota ini hingga kota ini susah bernafas.

Untuk semua permasalahan kota hampir bisa semua kita temukan di kota metropolitan ini mulai dari banjir setiap tahunnya pasti ada, kemacetan yang tidak pernah absen hingga tindakan kriminal yang selalu membuat sempurnanya kerusakan sebuah kota. Sungguh, semua di luar kontrol pemerintah sendiri. Apalagi jakarta kini menjadi kota dengan lautan beton yang kokoh, seakan-akan beton-beton itu enggan untuk beranjak dari tempatnya.

Menurut penelitian United Nation for Environment Programme (UNEP), tingkat pencemaran udara di Jakarta termasuk terparah setelah Meksiko dan Bangkok. Menurut Bapedal, penyebab utama polusi udara di Jakarta adalah asap kendaraan bermotor, yang sampai 70 persen. Dari itu semualah jakarta menjadi mengambil peran sangat bertanggungjawab atas besarnya lobang ozon.

Kini sangat sulit untuk menikmati udara yang bersih, semua sudah tercemari dengan asap kendaraan. Jangankan jakarta menurut penelitian, di kota Bandung saja, dalam setiap tahunnya warga bandung hanya bisa menikmati udara yang bersih hanya sekitar 75 jam pertahunnya. Itu artinya jika hidup di Bandung kita hanya menikmati udara bersih selama 3 hari dalam jangka waktu selama setahun. Ketua Komisi Organisasi Dewan Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Ririn Sefsani, memperkirakan, pada 2011 kota Jakarta akan macet total. Menurut saya pribadi, ini hal yang wajar karena populasi kendaraan di jakarta terus meningkat dan tidak bisa di kontrol oleh pemerintah maka sangat relevan dengan kemacetan.

Dari fakat ini semua, maka sangat wajar jakarta jika di juluki “kota tanpa perasaan”, dan sangat wajar pula jika kini muncul isu untuk memindahkan ibu kota negara ini ke kalimantan. Bukan jakarta yang salah tetapi manusia yang menjadi penghuni di kota ini, Khususnya pemerintah yang seharusnya menjadi penjaga dan pengatur kehidupan masyarakat. Apa yang pemerintah sudah lakukan untuk menyelesaikan permasalahan ini? Atau mereka sudah kehabisan akal untuk mengalahkan kota ini?

Setiap masalah bukan tidak ada solusinya, tetapi apakah kita akan mengambil solusi yang benar atau tidak? Dan tentu jakarta sebagai kota yang di huni oleh sebagian besar oleh muslim, maka sudah seharusnya penguasa (pemerintah) mengambil solusi islam untuk setiap permasalahannya. Karena dalam agama Islamlah Allah meletakkan kebenaran dan solusi setiap pemasalahan manusia termasuk permasalahan kota yang melanda kota ini. Jika tidak, maka tunggulah kehancuran kota dan negara ini… Wallahu a’lam

Imaduddin Al Faruq

Amirul Jihad

 

Hukum-hukum Mati Syahid August 25, 2010

Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh aku ingin terbunuh di jalan Allah kemudian dihidupkan kembali, kemudian terbunuh kemudian dihidupkan lagi, kemudian terbunuh kemudian dihidupkan lagi kemudian terbunuh. (HR. Al Bukhari)

Mengharap dan mencari syahid adalah bentuk amalan yang paling utama. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam pun sangat berharap agar mati syahid:

Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh aku ingin terbunuh di jalan Allah kemudian dihidupkan kembali, kemudian terbunuh kemudian dihidupkan lagi, kemudian terbunuh kemudian dihidupkan lagi kemudian terbunuh.1

1 HR Al-Bukhari (2797).

Sebagaimana juga dalam hadits Sahl bin Hanif bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Barang siapa yang memohon mati syahid kepada Allah dengan jujur, Allah akan menempatkannya dalam kedudukan orang-orang yang mati syahid meski ia mati di atas kasurnya.2

2 HR Muslim (5039).

Dibenarkan menyebut syahid kepada setiap mujahid yang terbunuh di jalan Allah berlandaskan pada keadaan lahiriah dan mengembalikan segala yang tersembunyi hanya kepada Allah.

Hadits yang berbunyi:

Semua dosa orang yang mati syahid diampuni kecuali hutang.3

3 HR Muslim (4991).

Hadits ini dan juga hadits-hasits lainnya yang senada tidak bisa difahami secara mutlak tetapi ada beberapa pengecualian. Yaitu; orang yang telah menunjuk seorang wakil untuk menunaikan hutangnya, yang meninggalkan tebusan untuk hutangnya dan yang berniat untuk melunasi hutangnya. Ini sebagaimana yang telah ditetapkan oleh para ulama Fikih.

Pemahaman yang benar tentang batasan kawasan perang adalah satu kawasan perang yang terjadi pertempuran di dalamnya. Bahkan batasannya tidak hanya terbatas pada satu kawasan saja. Ia bisa membentang sampai ratusan ribu mil. Ini karena jangkauan persenjataan modern yang sangat luas yang biasa dikenal dengan pentas operasi, baik itu udara, laut maupun darat.

Dibenarkan bahwa setiap muslim yang terbunuh di tangan orang-orang kafir adalah syahid.

Demikian pula para ulama sepakat bahwa setiap muslim yang membunuh diri tanpa sengaja atau dibunuh temannya muslim tanpa sengaja dalam pertempuran tetap disebut syahid.

Bila ditemukan satu jasad dalam pertempuran dan padanya tidak anda tanda apapun yang dapat menunjukkan tentang kematiannya maka yang rajah ia tetap disebut sebagai syahid dalam pertempuran. Denikian pendapat mazhab Syafi’i, Maliki dan satu riwayat dari imam Ahmad.

Para ulama empat mazhab bersepakat bahwa orang syahid dalam pertempuran tidak disyaratkan harus terbunuh dengan senjata tertentu. Namun yang menjadi syarat adalah terbunuh karena disebabkan musuh.

Jumhur ulama sepakat bahwa orang syahid dalam pertempuran tidak perlu dimandikan.

Para ulama Fikih sepakat bahwa mengafani orang yang syahid cukup dengan pakaian yang dikenakan ketiaka ia syahid itu disyariatkan. Dan yang rajih tidak boleh melepaskan pakaian tersebut dan menggantinya dengan selainnya.

Orang yang syahid apabila pakaiannya terampas dalam pertempuran maka ia harus dikafani sebagaimana orang yang meninggal pada umumnya.

Jumhur ulama berpendapat bahwa semua yang dipakai oleh orang yang syahid dilepas kecuali pakaian. Maka senjata, baju besi atau penangkal peluru harus dilepas.

Tentang menshalatkan orang yang syahid, Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Yang dibenarkan dalam persoalan ini adalah dipersilakan memilih antara menshalatkannya atau tidak. Karena kedua pendapat tersebut sama-sama ada atsar yang melandasinya.

Orang yang syahid dikebumikan di tempat ia terbunuh bila memungkinkan. Namun bila tidak memungkinkan entah karena khawatir jasadnya akan dicuri, dibakar atau dicincang maka boleh memindahkannya ke tempat yang lain.

Ya Allah aku memohon kepada-mu kehidupan bahagia, mati syahid dan kemenangan atas musuh.

Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.

Saudara kalian Abdullah bin Muhammad Al-Manshur (1426 H)

Source : Brain News

Ar-rahmah

http://arrahmah.com/index.php/blog/read/7628/hukum-hukum-tentang-mati-syahid

 

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.